Mimi: Temani Si Dia Sampai Saatnya Tes Sperma

Kata orang, istri sebaiknya menemani suami saat susah maupun saat suka. Jangan hanya sukanya aja dan dilupakan saat susahnya. Bahkan sampai saatnya tes sperma.

Saya tidak menampik, menemaninya tes sperma adalah ketakutan luar biasa yang justru mengalahkan ketika harus lompat dari atap waktu latihan climbing dulu. Latihan climbing ada tali pengaman, kalau tes sperma hasilnya ngga seperti yang diharapkan, apa yang bisa jadi pegangan?

Pagi itu di hari yang sudah ditentukan, saya menemaninya ke Laboratorium Prodia sebelum berangkat ke kantor. Harapan laboratorium dalam keadaan sepi hanya tinggal harapan. Ternyata pasiennya sudah berdatangan sejak pagi. Saya hanya ingin mendapatkan suasana privat untuk melakukan tes sperma yang memang merupakan hal privat sebagai pasangan.

Ya sudahlah.

Proses administrasi sudah dijalani. Proses mengeluarkan sampel tes sperma juga sudah. Dan ketika keluar ruangan, saya bertemu dengan kakak dari adik ipar di ruang tunggu. Wajah ini langsung merah padam tanpa bisa ditahan. Ya meskipun sebenarnya bisa aja ngeles ngga harus bilang habis tes sperma.

Tapi mulut ini jujurnya luar biasa :)). Akhirnya sedikit curhat sekalian, yang kata dia ‘Sudahlah, santai aja. Ngga usah keburu-buru.’

Maunya sih begitu. Tapi kan ya pengen nggendong anak sendiri juga bukan nggendong ponakan mulu.

Setelah mendapat tanda terima, hasil tes sperma laboratorium bisa diambil setelah jam 10. Mari tunggu saja..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: