Mimi: Ruang Tunggu Nyaman, Jadi Nggak Anyang-Anyangan di Dokter Kandungan

Memeriksakan diri ke dokter kandungan seakan sudah jadi rutinitas yang yaah.. harus dilakukan. Meskipun sampai saat ini belum juga berkabar bagaimana hasilnya, Mimi tidak ingin menyerah di sini. Meskipun setiap bulan harus tergopoh-gopoh setiap pulang kantor, Mimi ingin tetap memberikan usaha terbaik untuk anak Mimi Pipi kelak.

Masih tetap di rutinitas yang sama karena kandungan belum juga ada isinya, setiap datang ke dokter kandungan tentu harus dicolok dengan USG transvaginal untuk mengetahui kondisi sel telur setiap bulannya. Saat-saat menjelang waktu periksa inilah yang selalu menimbulkan deg-degan karena prosesnya tidak pernah tidak menegangkan. Mimi harus tetap buang air kecil secara teratur agar kandung kemih tidak mengganggu sonar ketika USG dimasukkan.

Padahal nggak semua ruang tunggu dokter kandungan itu punya toilet yang nyaman. Kalau nggak kecil ya gelap. Ada juga tuh yang berlorong muter-muter ke belakang sehingga kadang-kadang pengen banget nahan buang air kecil aja daripada harus horor kayak dikejar Walking Dead di sana.

Asyik itu kalau ruang tunggu di dokter kandungan bisa dibuat dengan warna yang teduh, terang, dan menenangkan. Warna biru muda seperti di RSIA Bunda Asy-Syifa Bandar Lampung misalnya. Ruangan jadi terkesan lega dan lapang, sehingga kalau mau ke toilet nggak bikin tegang.

ruang2btunggu2brsia2bbunda2basy-syifa2bbandar2blampung
Ruang tunggu RSIA Bunda Asy-Syifa Bandar Lampung

Nuansa hijau juga masih cukup baik untuk pasien dokter kandungan. Seperti ruang tunggu di DVA Klinik Kecantikan yang miliki sofa-sofa lebar dan nyaman untuk penunggunya. Dengan kursi yang berpunggungan, kalau misalnya duduk bersama pasangan dipisahkan sekat, masih tetap bisa ngobrol dengan nyaman, kan?

dsc_0112
Ruang tunggu DVA Beauty Clinic

Coba juga kalau ruang tunggu dokter kandungan atau rumah sakit bersalin punya ruang terbuka yang segar seperti di Semen Padang Hospital. Memang membutuhkan ruang yang besar, tapi lihatlah jika ibu-ibu dalam persiapan kehamilan serta dalam masa kehamilan diberikan ruang tunggu yang menyenangkan seperti ini.

ruang-tunggu-02-650x432
Ruang tunggu Semen Padang Hospital

Nggak akan ada lagi yang anyang-anyangan menanti giliran di dokter kandungan karena menahan buang air kecil akibat takut ke toiletnya.

Apalagi perempuan lebih berisiko terkena anyang-anyangan sepanjang hidupnya daripada pria kebanyakan. Mimi pernah mengalami saat-saat tidak menyenangkan terkena anyang-anyangan yang awalnya tidak dirasakan dan hanya disebabkan kebiasaan malas buang air kecil karena malas berdiri dan berjalan ke toilet. Periode paling tidak mengenakkan itu dialami ketika Mimi sedang banyak-banyaknya pekerjaan dan susah untuk ditinggalkan. Ketinggalan waktu sedikit, melayang lah berita yang paling uptodate untuk dibaca.

Awalnya hanya terasa nyeri di panggul. Karena bekerja yang lebih banyak duduknya, gejala awal ini cukup mudah diabaikan dan dianggap efek kurang bergerak. Lalu kuantitas minum air putih yang juga berkurang mulai membawa akibatnya. Hasrat buang air kecil tiba-tiba hilang. Berbeda kan dengan anyang-anyangan yang hasratnya justru berlebihan.

1
Yang nyaman bisa menenangkan biarpun tegang menanti kabar (via shutterstock)

Namun di situlah awal bencana infeksi saluran kemih tahap akut terjadi.

Dari ditahan, tidak dirasakan, diabaikan, dan akhirnya tidak terasa sama sekali keinginan untuk buang air kecil.  Tapi namanya manusia tentu perlu buang urin dari dalam tubuhnya. Mimi pun merasakan perih yang menyengat setiap buang air kecil ketika merasa perlu. Urin Mimi berbau tidak enak, kental dan lebih pekat dari urin biasanya, di periode yang sangat terasa sakit akhirnya terlihat darah di buangan toilet duduk di kantor.

Pikir dipikir, waktu menstruasi juga sudah lewat, darimana darah ini ya?

Rasa khawatir pun mulai merambat naik ke kepala. Tanpa babibu pulang kantor Mimi langsung menuju rumah sakit bersalin yang memiliki lebih banyak nama dokter kandungan agar bisa diperiksa. Tidak perlu menunggu dokter kandungan yang biasanya, di rumah sakit bersalin ternama ini juga bisa memanfaatkan kartu BPJS yang dimiliki Mimi.

Kalau tidak memilih dokter kandungan, proses tunggu antrian lebih cepat lho 😀

Mungkin itu bisa dijadikan tips juga bagaimana periksa ke dokter kandungan. Namun ditangani orang yang berbeda terus-terusan juga mungkin nggak baik di medical record ya?

Nah di dokter kandungan yang baik dan kebetulan ganteng ini baru ketahuan kalau Mimi mengalami infeksi saluran kemih akut dengan gejala sakit buang air kecil. Ketika diUSG barulah juga terlihat kalau kandung kemih sebenarnya sudah penuh dan saking parahnya infeksi saluran kemih membuat sensornya mati rasa. Pun ketika dipencet di bagian kandung kemih, keinginan untuk buang air kecil tidak juga terasa.

o_1a4cqpepj12oac89hf2m621ja
USG perut bawah (via shutterstock)

Infeksi saluran kemih sebenarnya juga berbeda-beda tergangung bagian sistem kemih mana yang terkena. Menurut dokter, waspadai ketika nyeri pada pinggang belakang atas disertai demam tinggi, mual dan muntah, karena mungkin ginjalnya terinfeksi. Kalau di perut bagian bawah terasa tidak nyaman, panggul terasa ditekan, buang air kecil berulang dan terasa nyeri, infeksi menyerang kandung kemih. Jika infeksi menyerang bagian saluran kencing, kemaluan akan terasa perih saat buang air kecil.

Penyebabnya sederhana katanya, dari menahan buang air kecil, hingga salah arah saat membilas. Pun juga toilet yang kotor bisa jadi penyebabnya karena saluran kencing terinfeksi bakteri yang mengendap di sana.

Dokter pun meresepkan antibiotik untuk mengatasi infeksinya. Pesannya juga cukup panjang, meskipun masih tidak terasa keinginan untuk buang air kecil, reminder saja setiap 2 jam untuk ke toilet dan memaksa mengosongkan kandung kemih. Sakit sih memang, tapi Mimi harus bisa melakukan kebiasaan ini. Karena ternyata minum air putih banyak-banyak saja nggak akan bereaksi mengatasi infeksi kandung kemih kalau tidak diobati dulu penyakitnya.

shutterstock_146471507-632x420
Minum air putih aja nggak cukup obatin anyang-anyangan lho! (via shutterstock)

Mimi pun teringat pada salah satu fanpage di akun facebook yang diikutinya, fan page Prive Uri-cran solusi anyang-anyangan pertama di Indonesia yang terbuat dari ekstrak buah Cranberry.

Cranberry (Vaccinium oxycoccos) termasuk tanaman jenis berry yang biasanya tumbuh liar. Konon jaman dulu buah ini berkhasiat mengobati luka akibat terkena panah. Beberapa waktu belakangan cranberry sering disarankan untuk dijadikan sumber vitamin peningkat kekebalan tubuh, pencegah sariawan dan sumber antioksidan. Sayangnya jarang ada di Indonesia, yang ada di pasaran kebanyakan sudah berupa jus cranberry. Rasanya nggak manis, kecuuuut sangat. Mimi pernah mencoba dan harus diencerkan dengan air putih karena khawatir kecutnya akan berpengaruh pada kondisi lambung.

o_1a1ita7ovspk1f2f2f248ld3ka
Jus cranberry, merah segar, kecut, tapi kaya antioksidan (via shutterstock)

Kebaikan cranberry tidak hanya kaya vitamin C, tapi juga kaya serat makanan, mineral, dan rangkaian flavonoid antosianidin, sianidin, peonidin, dan quercetin dan memiliki senyawa fitokimia, yaitu salah satu sumber anti oksidan polifenol sehingga buah cranberry sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung dan dapat mencegah penyakit yang berbahaya seperti kanker dan penyakit jantung.

Jus cranberry diketahui efektif membantu mencegah infeksi saluran kemih karena antioksidan proanthyocyanidins yang dapat mencegah pertumbuhan bakteri penyebab infeksinya. Antioksidan ini juga memiliki sifat anti-adhesi yang membuat bakteri tidak akan menempel pada saluran kemih, sehingga mencegah bakteri menularkan infeksi.

img236-1
Prive Uri-cran Plus, praktis bisa diminum kayak jus (via mypriveworld)

Prive Uri-cran dibuat Combiphar dengan memanfaatkan kekayaan buah cranberry untuk mengatasi infeksi saluran kemih pada perempuan dengan caranya yang praktis dan menyenangkan. Mau Prive Uri-cran bentuk kapsul dengan dosis 1-2 kapsul per hari, atau Prive Uri-cran plus yang berbentuk sachet ekstrak buah cranberry. Tinggal diseduh 1-2 sachet per hari selama masa pengobatan sampai anyang-anyangan hilang.

Dengan konsumsi Prive Uri-cran secara teratur, ketika jadwal kontrol 2 minggu kembali datang, Mimi pun jadi lebih senang. Selama proses pengobatan rasa kebelet buang air kecil itu pun kembali secara perlahan. Kali ini nggak ditahan lagi, tapi bolak-balik ke kamar mandi pun dijabani demi biar sehat dan bebas infeksi saluran kemih.

Pun juga ketika harus antri kembali di ruang tunggu dokter kandungan yang sudah jadi langganan. Tapi kini demi kenyamanan Pipi harus menemani, biar nggak seperti dikejar zombie.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: