Pipi: Ibu Hamil, Jangan Posting 5 Foto Ini di Media Sosial!

Setengah tahun yang lalu, Mimi ketawa-ketawa waktu cerita ketika ada teman pria yang memosting kebingungannya dia mendapat pesan ini itu saat istrinya hamil. Agak nggak logis sih kalau Mimi bilang. Mungkin semacam mitos kehamilan yang beredar di masyarakat dan legenda yang mengikutinya. Seperti demikian:

1. Jangan menyumbat lobang semut, nanti anaknya gak punya lubang anus.
2. Jangan makan pedes, nanti bayinya kethek’en (bahasa jawa: matanya ada kotorannya)
3. Jangan merendam cucian, nanti anaknya kopok’en (telinganya kotor)
4. Jangan makan di dalam kamar, nanti kalau mau ngelahirin ibuknya malah ketiduran
5. Kalau mau mandi ibunya jangan pernah naruh handuk di leher, nanti anaknya kelilit tali pusar
6. Jangan berdiri di depan pintu, nanti bayinya susah keluar
7. Kalau lagi makan jangan ditinggal, nanti anaknya rembes
8. Gak boleh mancing ikan, nanti anaknya sumbing
9. Ada juga yg ngelarang mancing biar anaknya gak gandeng kakinya kayak duyung

Biar hati tenang, sebaiknya memang nggak usah dimasukkan pikiran. Larangan-larangan yang diterima suami sebaiknya disimpan saja jangan disampaikan ke ibu hamil. Yang penting lakukan apa yang bikin ibu hamil bahagia aja. Seperti posting-posting aktivitas di media sosial. Eits, tapi juga jangan terlalu bebas sih. Karena masih ada aja ‘larangan’ ini itu yang bakal kamu dapat kalau kamu posting 5 foto ini dan sedang dalam kondisi hamil.

Foto Mie Instan Hangat Kepul-Kepul Uapnya

Menu ini sedang in sekali. Diolah dengan berbagai topping yang lucu-lucu dan menarik untuk difoto. Mie Instan Goreng Saus Telur Asin? Hmmmm menggoda iman bukan? Apalagi bagi yang sedang hamil. Sekali aja kamu posting, bakal bertebaranlah komentar yang mengingatkan bahayanya mie instan.

Padahal, Mimi seringnya cuma dipakai buat properti foto karena undangan acara pembukaan warungnya.

Foto Sambel Pedas Pakai Nasi Hangat

Apa bahayanya sambal? Selama kehamilan hormon perempuan itu ajrut-ajrutan. Nggak bisa diduga mau semellow apa. Yang nggak bisa diduga juga adalah kondisi kesehatan ibu hamil yang berbeda-beda. Ada yang tahan dengan sambal, ada juga yang saluran pencernaannya jadi sensitif. Jadi, mungkin sebagian ibu hamil yang tau diri juga akan membatasi konsumsi sambal sendiri. Karena yang merasakan perubahan dalam tubuh ya si ibunya. Bukan yang melarang.

Mimi pun demikian, perutnya sangat sensitif dengan sambal karena sudah pernah terluka. Tapi kadang-kadang Mimi bandel kalau lagi nggak suka makan. Sambal adalah salah satu pemicu biar Mimi bisa makan sayur dan sumber protein lainnya dengan agak banyakan dari biasanya. Sekali aja seminggu, besok nggak boleh sambal lagi.

Foto Segelas Soda Segar dan Bir Dingin yang Pinggiran Gelasnya Ada Titik-Titik Air

Minuman soda berkarbonasi memang tidak disarankan bagi ibu hamil. Konon kabarnya akan menggerus kadar kalsium dalam tubuh. Bir lebih ke kadar alkoholnya. Bir 0% alkohol akan menjadi berasa soda. Jadi sama aja, nggak boleh semuanya.

Tapi, kan nggak tau juga kan kalau misalnya itu hanya dijadikan properti foto? Ehehehehe..

Foto Makan Steak dan Sushi

Di sekitar tempat Mimi tinggal, sedang in bermunculan kedai-kedai steak dengan bermacam sausnya yang enak. Mimi suka mashed potato yang disajikan. Namun apa daya, baru check in di path saja komentar-komentar langsung berdatangan. Steaknya yang matang, sushi nggak boleh yang sashimi!

Padahal kamu tau kan enaknya steak kematangan medium dan salmon sashimi? Hmmmm.. Akhirnya sangat jarang mengajak Mimi makan ke tempat dengan steak-steak dan sushi kesukaannya.

Foto Telur Setengah Matang

Makanan yang belum matang agak rawan dimakan ibu hamil. Termasuk di antaranya ancaman bakteri salmonella yang dapat menyerang pertumbuhan otak bayi. Bahkan telur setengah matang pun demikian. Yang ini Mimi nyerah, karena malah jarang makan telur setelah hamil. Bukan eneg, tapi karena tekanan komentar kanan kiri depan belakang yang nggak membolehkan malah bikin malas makan telur.

Ini baru di awal kehamilan. Bagaimana nanti jelang kelahiran? Bagaimana mitos dan larangan saat menyusui?

Agak sama mengkhawatirkannya kan?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: