Mimi Pipi: Masuk UGD Rumah Sakit Persada!

Malam itu nggak ada pertanda apa pun dari Mimi. Makan hampir seperti biasa. Nggak banyak-banyak amat, nggak akan sambel dan nggak berulang kali makan makanan berat. Hanya dari sore sedikit rasan-rasan sama Pipi, “Ih, perutnya sudah tambah besar!”. Ternyata itu pertanda.

Dini hari Mimi menggeliat-geliat nyeri. Bolak-balik ke kamar mandi untuk buang air dan usaha mengeluarkan mual karena asam lambung naik. Paginya sudah mendingan sudah siap untuk berangkat kerja lagi karena dibuatkan kuah mie panas untuk sarapan. Rencana mau beli roti lembut saja untuk makan beratnya.

Tiba-tiba, di tengah perjalanan setelah melintas polisi tidur, lambung terasa kurang fit lagi. Dan setelah itu 5 kilometer menuju kantor adalah siksaan batin luar biasa. Antara pengen Pipi putar balik aja atau tetap ke kantor karena banyak deadline. Solusinya kantor dilewati dan langsung menuju UGD Rumah Sakit Persada di dekat kantor.

Cekatan sekali rumah sakit ala hotel satu-satunya di Malang ini. Mimi cukup mengeluarkan kartu asuransi dan KTP untuk diurus Pipi. Sedikit observasi, dan kekhawatiran dokter jaga karena Mimi sedang hamil.

“Memang sering maag, ya bu?” tanya dokter
‘Yaa kadang-kadang sakitnya kayak gini ini sih, tiba-tiba gitu…’
“Ada nyeri di bagian bawah perut? Perut terasa kaku?” sambung lagi
‘Engga, cuma di ulu hati sebelah kiri ini aja kok’
“Berarti kandungannya tidak bermasalah. Saya resepkan injeksi aja ya Bu, biar cepat mereda sakitnya?”
‘SAYA JUGA MAUNYA GITUUU, TAPI AMAN KAN DOK?’
“Saya carikan obat paling aman untuk ibu hamil, kok. Tunggu sebentar bu.”

Nggak lama sudah diinjeksi Rantin dan diberi resep. Menunggu 10-30 menit agar obatnya bekerja. Lalu masuk kantor jam 10.00 setelah 2 jam di UGD.

Pertengahan jam makan siang, Mimi terasa menggelebak nggak kuat menahan sakit perut lagi. Istirahat sebentar di sambil tiduran, tiba-tiba………..sakitnya hilang. Mungkin karena ringannya, obat yang diinjeksi tadi bekerja super lambat menyelesaikan nyeri di lambung.

Gagal pulang cepat minta dijemput Pipi. Pada akhirnya deadline pun selesai dan kewajiban bisa ditunaikan. Pipi menjemput dengan cemas di akhir hari sambil mewanti-wanti ‘Bulan depan kayaknya perlu diperhatikan lagi deh kalau #BabyHattori kelihatan tambah besar lagi’.

Iya banget! Karena nyeri lambung yang nggak ada sebab itu bikin was-was. Untung ada asuransi ya, total jenderal 183rb dicover asuransi karena Rumah Sakit Persada tidak menerima peserta BPJS (hanya kasus tertentu saja).

Singkat kata, bekerjalah dengan baik dan benar agar masalah kesehatan bisa ditangani dengan tenaga-tenaga medis yang membuatmu nyaman. Karena suasana rumah sakit yang nyaman, perlakuan yang baik, dan keramahan bisa membuat sakit menghilang dengan lebih bermartabat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: