Mimi: Stretchmark dan Masalah Noda di Kulit Saat Hamil

“Dulu pas hamil perutku hitam-hitam sampe leher gitu. Discrub, diobatin nggak mau hilang. Begitu lahir, langsung luntur sendiri,” cerita Mae.
“Mbakku pas hamil juga daerah perutnya hitam banget. Bergaris-garis juga soalnya digaruk,” Mimi juga nggak kalah mau cerita.

Di lain waktu, Mimi malah dapat pujian dari dr Novina Purwita, SpOG. “Ini perutmu bagus lho kulitnya, nggak berubah dari awal hamil dulu. Nggak ada stretchmark? Pake apa untuk kulitnya?”

Wooooooo, dapet pujian gitu kan rasanya hidup jadi bahagia kan? Secara Mimi bukan tipe perempuan yang menjaga banget kondisi kulit. Bahkan di saat hamil juga. Hanya mengubah produk perawatan kulit ke bahan aloe vera dari yang sebelumnya kayaknya banyak bahan kimianya. Itu juga sebelum hamil uda ganti, karena dikasih tau Rachel teman Twitter, untuk perawatan wajah yang lebih ringan.

Tentu masalah stretchmark sama noda di kulit waktu hamil sempat jadi kekhawatiran. Apalagi badan sudah gendut dari sebelum hamil, sehingga stretchmark eksisting sudah ada dan ngga mau nambah lagi ya. Menurut alodokter, sekitar 90% kehamilan bakal muncul stretchmark di trimester terakhir. Guratan bergaris-garis ini muncul di kulit bagian yang banyak lemaknya. Seperti payudara, perut atas, lengan atas, pantat dan paha. Kalau digaruk, hasilnya jadi menghitam jelek begitu kelihatannya.

Hampir seperti munculnya noda kulit hitam kegelapan dari biasanya. Kondisi ini nggak bisa dicegah, dikurangi atau dihindari kalau kulitnya memang sudah berbakat mengalami. Mulai dari daerah puting payudara, paha dalam, organ intim dan daerah-daerah lain yang tidak terduga seperti cerita Mae dan kakak Mimi. Konon katanya berkaitan dengan hormon tubuh yang berbeda dari biasanya selama kehamilan. Yang ini akan memudar dengan sendirinya saat bayi sudah lahir.

Kulit Mimi sampai bulan ke 8 ini cenderung begitu-begitu aja. Meregang iya, terutama daerah perut dan paha. Eh dada juga. Dulu ada garis tipis di daerah perut, sekarang melebar mengikuti perubahan bentuk perut. Terutama daerah pusar. Yolo, kayaknya dulu dalem karena memang endut perutnya, sekarang jadi dangkal dan kulit bagian dalamnya keluar. Belum sampai bodong.

Tapi tidak ada stretchmark dan noda hitam di perut yang berarti. Semoga bukan belum, tapi karena tiap hari diolesi Wardah Aloe Vera yang membuat kulit perut terasa dingin sehingga mencegah kemunculan stretchmark itu. Gatal-gatal karena kulit meregang memang terasa, bisa dicegah dengan menahan diri biar nggak digaruk aja kok. Tinggal mengalihkan konsentrasi pada hal lainnya.

Banyak teman yang menyarankan pakai produk ini itu yang menambah kelembapan di kulit perut dan paha. Apalagi stretchmark umumnya muncul karena tubuh berkembang lebih cepat dari yang bisa ditahan elastisitas kulit. Stretchmark itu nggak bisa dihilangkan 100% dengan krim penghilang stretchmark. Tipsnya, oleskan saat stretchmark berwarna kemerahan, kalau sudah warna putih akan lebih lama efek yang diharapkan.

Stretchmark juga bisa nggak muncul kok kalau ada pencegahan sejak awal. Mulai dari menjaga pertambahan berat badan selama kehamilan dan menjaga pola makan dengan asupan kaya vitamin E dan vitamin C.

Ada untungnya juga Mimi harus menjaga pertambahan berat badan saat hamil ya. So far belum bertambah dari berat awal hamil. Ahaaaaiiii…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: