Mimi: Kehamilan Risiko Tinggi

Belajar itu nggak harus di sekolah. Di lingkungan kita pun bisa tetap mempelajari hal baru yang sebelumnya belum tahu. Seperti Deteksi Dini Kehamilan Risiko Tinggi, Mimi baru aja tahu kemarin meskipun sudah beberapa hari yang lalu disounding. Kirain hanya sekadar pengecekan warga yang hamil, ternyata ada kader posyandu yang wajib mendampingi Ibu Hamil Resti di lingkungannya.

Adalah Bu Esty yang kemarin pagi menyapa whatsapp Mimi setelah kapan hari datang ke rumah. Waktu itu Mimi dan Pipi tidak tidur semalaman karena ada hal yang harus diselesaikan. Mbangkong sampai siang ternyata malah ada tamu penting. Bu Esty menyampaikan karena belum juga bisa bertemu, surveynya dilakukan lewat whatsapp dulu ya. Beliau hanya bertanya berat badan, usia kehamilan, di mana periksa kandungan, juga apa ada keluhan selama kehamilan.

Bu Esty sangat kooperatif dengan jadwal kegiatan Mimi sehingga menjanjikan akan datang lagi ke rumah. Permintaan Mimi untuk yang datang saja menyambangi ditolaknya dengan halus. Nanti Mimi akan update lagi apa yang diperiksa oleh kader pada ibu hamil dengan risiko tinggi seperti Mimi.

Sepertinya agak ngeri juga ya dibilang hamil risiko tinggi? Sebelumnya Mimi juga nggak tahu sih apa maksudnya pendampingan ini. Setelah bertanya ke sana kemari, teman di FB menjelaskan kalau Mimi termasuk ibu hamil yang berisiko tinggi karena ini kehamilan pertama di usia tua.

TUA! FAKAAA! Abaikan abaikan..

Siapa yang Masuk Dalam Kehamilan Risiko Tinggi

Dikutip dari dokumen Ita Fatimah lewat scribd, kehamilan risiko tinggi adalah suatu keadaan di mana kehamilan itu dapat berpengaruhburuk terhadap keadaan ibu atau sebaliknya, penyakit ibu dapat berpengaruh buruk pada janinnya, atau keduanya ini saling berpengaruh. Ibu hamil yang mempunyai faktor risiko perlu mendapat pengawasan yang lebih intensif dan perlu dibawa ke tempat pelayanan kesehatan sehingga risikonya dapat dikendalikan.

Faktor Risiko yang Mungkin Terjadi Pada Kehamilan

Ibu hamil dengan usia terlalu muda atau terlalu tua termasuk dalam kategori ini. Usia yang aman untuk kehamilan biasanya di rentang 20 – 35 tahun. Atau jumlah anak lebih dari 4 dan jarak persalinan terakhir dan kehamilan sekarang kurang dari 2 tahun. Ada juga faktor kurang energi kronis dengan lingkar lengan atas kurang dari 23,5cm atau penambahan berat badan <9kg selama kehamilan

Ibu hamil dengan kondisi Anemia dengan haemoglobin < 11 g3dl, bertinggi badan <145cm dengan kelainan bentuk panggul dan tulang belakang juga termasuk. Atau ada riwayat hipertensi pada kesehatan, juga mengalami penyakit kronis seperti TBC, kelainan jantung, ginjal, hati, psikosis, diabetes, tumor dan keganasan. Ini masih banyak lagi sih jenis kehamilan berisiko tinggi dengan penyakitnya.

Program Pendampingan Pada Ibu Hamil Risiko Tinggi

Dari sedikit daftar di atas, kehamilan dengan risiko tinggi selain harus didampingi oleh ahli kebidanan atau dokter kandungan yang melakukan pengawasan intensif. Juga ada kader pendamping ibu hamil dengan risiko tinggi berbasis PKK. Tujuannya untuk menekan angka kematian ibu akibat tidak tertangani.

Program pendampingan ini malah ternyata sudah dilakukan sejak tahun 2013. Haha, ke mana aja ya 4 tahun kemudian baru tahu. Mimi tipe silent pregnancy di lingkungan sih. Masih ingat kan ya pertanyaan-pertanyaan nyelekit yang pernah ditulis di sini?

Well, Minggu nanti Mimi janjian sama Bu Esty sebagai pendampingan Ibu Hamil Risiko Tinggi. Seperti apa? Apa perlu divideon?

Advertisements

One thought on “Mimi: Kehamilan Risiko Tinggi

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: