Diselingkuhi, Rujuk Kembali, dan Diteriaki Seperti Maling

HOI HOI HOOOOII!

Jantung ini kadang masih berdebar tidak karuan karena teringat kejadian pagi tadi. Saat saya berkendara dikejar suami sendiri sambil teriak-teriak seperti mengejar maling mobil. Hanya untuk mengambil jaketnya yang tertinggal di bangku belakang. Lalu iapun berlalu begitu saja setelah mengambilnya. Saya pun melanjutkan perjalanan ke kantor.

Kemudian berhenti. Ketika tiba-tiba shock melanda saat terlintas pikiran bisa saja orang-orang yang lewat dan berada di pinggir jalan menghentikan kendaraan dan mengambil tindakan main hakim karena posisi saya yang membawa kendaraan pergi. Syukurlah saya sampai di kantor dengan selamat.

Tidak ada feeling apapun ketika mengantarnya pergi bekerja malam sebelumnya. Sudah berhari-hari keluarga kami dalam keadaan damai, baik-baik saja. Paginya ia pulang terlambat. Dengan bekas bibir merah dan memakai kaos berkerah yang dipasang tinggi-tinggi menutupi bekas cupang di lehernya.

Setelah beberapa kali ada bekas di leher dia mengatakan gatel lah, digaruk lah, pagi ini dia memberi alasan habis bermain cubit-cubitan dengan temannya. Kali ini saya tidak mengalah lagi. Sambil berangkat dia bilang akan mengajak saya ke rumah temannya yang membuat bekas di lehernya. Sebelum itu dia menelpon seseorang bernama Slamet sambil menanyakan rumahnya.

Baiklah.

Kami berkendara ke arah kantor saya. Saya tidak jelas di mana rumah temannya itu. Dengan berkendaranya yang asal-asalan dan mepet kendaraan di kanan kiri depan, saya cuma bilang ‘Kalau ngawur nyetirnya, saya berangkat sendiri saja.’

Mobil pun langsung dipinggirkan dan dia turun dari kursi pengemudi. Mengambil barang di bangku lalu menutup pintu tanpa bilang apapun lagi. Saya memegang kemudi dan bersiap melanjutkan perjalanan. Tidak lama berjalan, saya baru sadar ada suara di belakang kendaraan.

HOI HOI HOOOIIII!!

Ya itu. Suami saya sendiri. Yang kesetanan berlari mengejar-ngejar mobil saya seperti mengejar maling. Hanya untuk mengambil jaketnya yang ketinggalan.

Saat saya menuliskan ini, tidak ada komunikasi apapun darinya meski saya sudah berusaha menelpon dan mengirim pesan wasap ke handphonenya.

Mimi Bertanya, Egois Mana: Suami Berselingkuh Atau Istri yang Menuntut Cerai?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: