Mimi: Biaya Imunisasi Bayi di Rumah Sakit Mardi Waloeja Malang

Cara terbaik melindungi masa depan si kecil adalah melengkapi imunisasinya. Setidaknya ini yang bisa orangtua lakukan sejak memutuskan untuk memiliki keturunan dan ingin ia hidup sehat dalam segala aspek kehidupannya. Bukan dengan semprot antiseptik setiap saat, pakai jaket tebal, atau nggak boleh main di luar ruangan, tapi dengan imunisasi. Alhamdulillah meski sempat keskip campak di bulan ke-9 Raga, berbagai imunisasi dasar dan tambahan bisa Mimi jadwalkan untuknya.

Mengapa Imunisasi Buat Bayi Itu Penting?

Sejak lahir procot, bayi sebaiknya sudah mendapat imunisasi dasar untuk mendapat imunitas atau resisten terhadap penyakit yang mungkin dideritanya. Dengan tubuh yang terjaga imunitasnya, bayi terhindar dari terjangkit penyakit berbahaya yang bisa menyita waktu, tenaga, dan uang kita para orangtuanya. Ya memang, memiliki anak berarti harus siap dengan segala risiko yang akan diderita si anak mau akan menghabiskan banyak uang sekalipun.

Tapi kalau bisa dicegah dengan imunisasi, kenapa tidak? Kita justru dapat memberikan waktu bertumbuh yang lebih luang serta keleluasaan materi lebih banyak jika melengkapi imunisasinya sejak dini. Inilah yang ingin Mimi berikan buat Raga, meskipun juga menyadari bahwa imunisasi tidak 100 persen menghindarkannya dari risiko penyakit tertentu, setidaknya mengurangi efek lebih berat jika terjangkit.

Imunisasi Terbaik Bukan Harus Lewat Dokter Spesialis Anak, Kok

Imunisasi itu mahal ya, kata sahabat Mimi. Anak pertamanya dia berikan imunisasi dasar yang merupakan program pemerintah dan diberikan di puskesmas. It won’t cost you a lot. Setidaknya ada 5 jenis imunisasi yang diberikan di puskesmas dengan dana dari pemerintah bagi bayi di bawah usia 1 tahun di Indonesia. Di antaranya adalah:

Usia 0 bulan: BCG, HB-0, Polio-0
Usia 2 bulan: DPT/HB/Hib-1, Polio-1
Usia 3 bulan: DPT/HB/Hib-2, Polio-2
Usia 4 bulan: DPT/HB/Hib-3, Polio-3
Usia 9 bulan: Campak

Alhamdulillah, anaknya tumbuh sehat dan aktif hingga lima tahun usianya kini. Kemudian setelah anak keduanya lahir, teman Mimi ingin memberikan imunisasi dasar dan tambahan lewat poli rumah sakit ibu dan anak di Malang. Jika sebelumnya ia tidak mengeluarkan dana sama sekali untuk imunisasi dasar, di rumah sakit ia cukup kaget dengan harga yang disodorkan di meja kasir. Mimi hanya bisa tertawa, ya abis gimana… Puskesmas dan Rumah Sakit Swasta tentu berbeda kan ya.

Apalagi Mimi terbiasa imunisasi Raga di dokter spesialis anak, hitung-hitung sekalian kontrol kesehatan si bocah mengingat cuaca terus berubah. Imunisasi akan terasa mahal ketika kamu menghitungnya ditambah ongkos periksa dokter dan administrasi. Ini item biaya yang tidak ada juga ketika imunisasi di puskesmas bukan? Karena ke dokter anak langsung cukup memberatkan, teman Mimi memilih imunisasi di Poliklinik.

Pilihan yang tepat sekali! Item biayanya tidak sebesar tambahan ketika imunisasi lewat dokter spesialis anak. Kamu juga bisa memangkas biaya kalau imunisasi di pihak lain seperti Rumah Vaksin. Tapi, pilihlah yang benar-benar terpercaya ya.

Kenapa Mimi Memilih Imunisasi Lewat Dokter Spesialis Anak?

Mimi bekerja. Tempat bekerja memang bisa fleksibel untuk melakukan imunisasi di puskesmas. Tapi membagi kapasitas otak untuk volume pekerjaan dan mengingat jadwal imunisasi itu ternyata tidak mudah. Inilah yang terjadi pada Raga. Pun ketika harus antri di puskesmas, rasanya kayak dikejar-kejar waktu sekali karena cuma bisa pagi hari.

Pada akhirnya Mimi sangat terbantu dengan kehadiran bu dokter yang cocok sama Raga dan rutin mengingatkan untuk jadwal imunisasi. Mimi juga bisa memilih mau imunisasi pagi atau malam hari, disesuaikan dengan load pekerjaan di tanggal yang sudah ditentukan. Hanya sekali Mimi skip mengimunisasi Raga sendiri, yaitu di bulan ketiganya saat harus dirawat di rumah sakit ^^.

Sampai di tahun pertamanya, alhamdulillah masih bisa mendampingi Raga mendapatkan imunisasi dasar dan tambahan yang dianjurkan. Mulai dari:

Usia kurang dari 1 tahun: BCG, hepatitis B, polio, DPT, campak, HiB, pneumokokus, rotavirus.
Usia 1-4 tahun: DPT, polio, MMR, tifoid, hepatitis A, varisela, influenza, HiB, pneumokokus.
Usia 5-12 tahun: DPT, polio, campak, MMR, tifoid, Hepatitis A, varisela, influenza, pneumokokus.
Usia 12-18 tahun: Td, hepatitis B, MMR, tifoid, hepatitis A, varisela, influenza, pneumokokus, HPV.
Usia lanjut usia: influenza, pneumokokus.

Berapa Total Biaya Imunisasi Sampai Tahun Pertama?

Jangan ditanya, hahahahaha. Sebenarnya Mimi sudah mencatat di setiap postingan instagram Raga saat hari imunisasi. Tapi kadang-kadang juga ingin lupa begitu saja. Apalagi kalau itemnya mencapai lebih dari 1 juta rupiah. Hahahahaha, itu mahal? Iya banget ketika tidak ada pekerjaan freelance tambahan. Setidaknya ada 2 kali imunisasi yang ketika menggesek kartu di EDC dengan lara hati.

Coba bandingkan dengan biaya imunisasi lewat poli anak di Rumah Sakit Mardi Waloeja Malang yang diambil teman Mimi ini.

biaya imunisasi di rumah sakit mardi waluyo malangbiaya imunisasi di rumah sakit mardi waluyo malang2

Kalau Mimi ada tambahan biaya 90rb untuk ongkos dokter dan 15rb untuk administrasi, dari skema biaya ini tidak dicantumkan karena memang tidak ditarik biaya seingat Mimi. Ada 2 catatan yang menunjukkan perbedaan biaya di imunisasi BCG dan Campak. Kerasa ya bedanya?

Semakin Mahal Imunisasinya, Apa Efek Sampingnya Semakin Sedikit?

Di catatan harga imunisasi anak di Rumah Sakit Mardi Waloeja Malang dicantumkan bahwa efek samping yang bisa terjadi tergantung daya tahan tubuh masing-masing anak. Well, apakah semakin mahal imunisasinya, semakin sedikit efek sampingnya?

Hmmm, sesepengalaman yang dialami ketika imunisasi Raga, hanya sekali imunisasi yang terakhir saja Raga panas dan lemas serta hilang nafsu makan. Dua hari. Haduuuh itu rasanya deg-degan banget, apa Mimi salah mengira-ngira Raga sedang tidak dalam kondisi prima ya. Atau memang begitu efeknya. Sejauh ini yang Mimi tahu kondisi yang dialami Raga memang seperti efek imunisasi ringan seperti nyeri, demam, mual, pusing dan hilang nafsu makan.

Reaksi terparah yang mungkin terjadi setelah imunisasi adalah kejang dan alergi pada vaksin yang diberikan. Ini jarang terjadi, terutama apabila anak dalam kondisi sehat dan diberikan imunisasi. Di sinilah diperlukan kecermatan ibu dan dokter yang memberikan imunisasi untuk melihat kondisi anak sebelum diimunisasi. Lagi batuk pilek, skip. Lagi kecapekan, skip. Jangan memaksa dilakukan imunisasi meskipun sudah waktunya.

Kamu bisa berkonsultasi lagi pada dokter anak untuk jadwal imunisasi susulan agar tidak ketinggalan terlalu lama dari jadwal ideal yang sudah ditentukan oleh IDAI.

jadwal-imunisasi anak 0-18 tahun

Tega Gitu Ngeliat Anak Disuntik Hampir Tiap Bulan Untuk Imunisasi?

Dear ibu dan bapak-bapak, Raga bahkan sudah disuntik sejak diberikan imunisasi BCG sesaat setelah dilahirkan, bukan? Saking aja itu nggak kita lihat langsung karena biasanya dilakukan di ruang perawatan bayi. Mimi juga sudah melihat Raga ditujes-tujes jarum suntik ketika di laboratorium untuk mengecek seberapa level kuningnya dia di usia dua tiga minggunya. Somehow, memang tidak tega kalau mengingat disuntik itu rasanya sakit. Tapi hati ini harus tega kalau ingin dia sehat.

Apalagi selama hamil Raga, Mimi juga bolak-balik disuntik untuk menjaga kondisi kehamilan. Rasakan! Eh, nggak gitu juga sih, hahaha. Pemberian imunisasi umumnya memang dilakukan lewat penyuntikan dengan tujuan agar vaksinnya langsung masuk ke dalam peredaran darah tubuh. Makanya, reaksinya pun cepat ketika tubuh sedang tidak dalam kondisi prima.

Well, tega tidak tega, Mimi harus memberikan imunisasi ini untuk Raga dengan jadwal yang dijaga. Dulu waktu bayinya sih nggak papa Mimi yang megang sendiri. Ketika tenaganya semakin kuat dan Mimi hamil lagi, dengan sukarela Mimi serahkan ke Pipi setiap waktunya imunisasi. Daripada ketendang ya, booook?

Lalu, Bagaimana?

Dari paparan sepanjang ini, mau imunisasi atau tidak imunisasi, semua ada di tangan para orangtua. Anak tidak memiliki kekuatan untuk menolak karena dia masih belum tahu apa fungsi dan kenapa diajak jalan-jalan dandan cakep untuk disuntik saja. Cari tahu lebih banyak apa fungsi imunisasi untuk anak nantinya.

Cari tahu juga biaya imunisasi selengkapnya biar nggak kaget-kaget ketika waktunya tiba ya.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: